Rabu, 20 Juni 2012

Media Audio

Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang bersifat auditif sanga mendominasi kehiduapan manusia. Demikian pula dalam kegiatan pengajaran, mulai dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi, penggunaan komunikasi audio banyak dipergunakan dibandingkan dengan kegiatan komunikasi lainnya.
            Pemanfaatan media audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam:
  1.  Pengajaran music literari (pembacaan sajak), dan kegiatan dokumentasi 
  2. Pengajaran bahasa asing, apakah secara audio ataupun audio visual 
  3. Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan
4.          Paket-paket belajar untuk berbagai jenis materi, yang memungkinkan siswa dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi
Pengertian media audio untuk pengajaran, dimaksudkan sebagai bahan yang mengandung
pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara), yan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga terjadi proses belajar-mengajar.
Karakteristik media audio umumnya berhubungan dengan segala kegiatan melatih
ketrampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek ketrampilan mendengarkan. Kalau digolongkan atau diklasifikasikan kecakapan-kecakapan yang bisa dicapai meliputi :
1. Pemusatan perhatian dan mempertahankan pemusatan perhatian
2.  Mengikuti pengarahan. Siswa mendengarkan suatu pertanyaan singkat dan selanjutnya siswa harus menandai satu pertanyaan yang paling cocok dari beberapa pernyataan pilihan jawaban
3. Digunakan untuk melatih daya analisis siswa dari apa yang mereka dengar.
4. Perolehan arti dari suatu konteks
5. Memisahkan kata atau informasi yang relevan dan yang tidak relevan
6. Mengingat dan mengemukakan kembali ide atau bagian-bagian dari cerita yang mereka dengar
Dari segi sifatnya yang auditif, media ini terdapa kelemahan yang harus diatasi dengan cara pemanfaatan media atau saluran lainya. Kekurangan ini didasarkan atas cirri-ciri dan karakteristik media audio sendiri. Kekuranganya antara lain :
1.Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar yang khusus.
2.Media audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal-hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual
3.Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan perbendaharaan kata-kata atau bahasa, serta susunan kalimat
4.Media ini hanya akan mapu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak
5.Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima. Bila tidak bisa terjadi ketidakmengertian dan bahkan kesalahpahaman.
Dari pertimbangan kekurangan media audio di atas, maka manfaatnya memerlukan bantuan pengarahan dari media lainnya, sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dipunyai pendengar sebelumnya akan membantu terhadap keberhasilan penampilanya.
            Beberapa kelemahan dari media audio antara lain dalam penggunaannya memerlukan latihan khusus, diperlukan juga perbendaharaan kata-kata bagi para pendengarnya untuk bisa memahami isi pesan yang disampaikannya, dalam hal-hal tertentu perlu dibantu dengan media visual, misalnya slides atau strips.

sumber : media pengajaran (Dr. Nana Sudjana, Drs. Ahmad Rivai)

0 komentar:

Poskan Komentar